Pada sistem AC Coupling, output solar inverter terkoneksi dengan jaringan listrik PLN / grid dan secara simultan melayani beban. Daya yang diproduksi PLTS menjadi prioritas untuk digunakan sehingga mengurangi konsumsi listrik dari PLN / grid. Jika ada kelebihan daya dapat disalurkan ke jaringan PLN (feed-in / export) dengan skema pengurangan tagihan listrik.
Lihat Spesifikasi Solusi:
Untuk mencegah feed-in (zero-export) ditambahkan perangkat khusus untuk menghalangi aliran energi ke grid / jaringan PLN.
Penambahan baterai dimaksudkan untuk makin mengurangi ketergantungan pada listrik dari PLN / grid.
Seluruh produksi energi yang dihasilkan PLTS akan melayani beban yang ada tanpa mengambil energi dari grid / jaringan PLN.
Baik karena malam hari maupun kondisi cuaca sangat buruk, maka beban akan dilayani langsung oleh grid / jaringan PLN.
Sebagian produksi energi PLTS akan melayani beban dan kelebihan energi akan dialirkan ke grid / jaringan PLN (feed-in).
Seluruh produksi energi PLTS akan melayani beban dan kekurangan energi beban akan dibantu oleh grid / jaringan PLN.
Ketika pasokan listrik dari PLN padam, maka PLTS akan ikut berhenti bekerja meskipun kondisi siang hari ketika matahari bersinar. |
Hal ini dikarenakan sistem PLTS On Grid bergantung pada tegangan referensi grid untuk beroperasi. Hal ini adalah standar pembangkitan listrik yang bekerja paralel dengan grid untuk keamanan dan keselamatan pada jaringan distribusi saat terjadi gangguan dan/atau melakukan perbaikan.
Kurva berikut mengasumsikan aktivitas penggunaan beban listrik terbesar terjadi di siang hari pada saat matahari bersinar. Seluruh produksi energi PLTS On Grid akan dipakai sendiri yang akan mengurangi konsumsi listrik PLN dan berdampak pada pengurangan tagihan bulanan listrik (penghematan). Kurva beban tersebut akan menentukan kapasitas PLTS yang sesuai dan efisien secara biaya (ekonomis).